Kunto88's Blog

Desember 1, 2009

Bunuh Diri di Tempat Publik Pernah Ngetren di Jepang

Filed under: Uncategorized — Surya @ 2:33 pm
Aksi bunuh diri di tempat publik pernah menjadi semangat zaman di Negeri Sakura pada dekade akhir 1980-an. Pelakunya mayoritas remaja dan anak-anak, karena besarnya tekanan agar berprestasi.

 

Psikolog Universitas Indonesia (UI) Tika Bisono menjelaskan fenomena bunuh diri merupakan situasi yang akrab dengan mayarakat metropolitan. Pemicunya adalah tingginya tekanan dan beban hidup.

“Yang kita hadapi sekarang di Indonesia, seperti di Jepang pada periode 20-25 tahun lalu. Hanya saja penyebabnya berbeda,” ungkap dia saat berbincang dengan okezone di Jakarta, Selasa (1/12/2009).

Bunuh diri di tempat publik di Jepang dipicu kerena besarnya tekanan kepada anak-anak dan remaja agar berprestasi. Saat itu, Pemerintah Jepang mewajibkan warga negaranya agar bekerja lebih keras guna meningkatkan prestasi negara. Bagi orang dewasa, jam kerja dipatok hingga 16 jam per hari.

Sedangkan anak-anak dan remaja dituntut belajar lebih keras. Tak heran akhirnya Jepang menjadi negara maju. “Jadi ada tuntutan situasi kekeluargaan yang alamiah, yang nyaman, dan santai. Ini yang tak ada saat itu di Jepang,” ungkap dia.

Adapun di Indonesia aksi bunuh diri terjadi karena kurangnya perhatian terhadap anak dan remaja. Orang tua seringkali kurang memberikan perhatian terhadap anaknya. Jika ada pun, seringkali salah menerapkan. Sehingga keinginan orang tua dan anak tak bisa dipertemukan.

“Seringkali mereka (remaja dan anak-anak) tak punya pegangan ketika menghadapi masalah, karena orang tua dan kerabatnya kurang memberikan perhatian. Ibarat panjat tebing, pengaman utama adalah talinya, bukan instruktur yang berada di bawah,” ujarnya.

Tika menyayangkan mulai lunturnya nilai-nilai keluarga di masyarakat Indonesia. Keadaan ini muaranya berujung pada naiknya angka bunuh diri. Pasalnya, masa remaja merupakan masa kritis. Bila tidak dilalui dengan benar maka akan berakibat fatal. “Jangan sampai mereka (remaja dan anak-anak) merasa rumah tak nyaman, sekolah seperti neraka, dan terasing di lingkungan sekitar,” ujarnya.

Semboyan Ki Hajar Dewantoro, yaitu Ing ngarso sung tulodho, Ing madyo mangun karso, dan Tutwuri handayani, menurut Tika, wajib dijadikan pegangan dalam memberikan tuntunan kepada anak dan remaja. “Tiga prinsip ini bahkan diterapkan di AS. Kenapa di negri sendiri malah diabaikan,” sesalnya.

Iklan

November 24, 2009

Pengenalan Tentang MLM

Filed under: Marketing — Surya @ 3:33 am

Disini saya tidak merekomendasikan jenis-jenis MLM tapi hanya menjelaskan sistem MLM yang saya tahu.

1). Sistem Reseller

Pasti Anda sudah mengenal sistem reseller karena telah banyak digunakan para pebisnis
online dalam menjual produknya. Apabila ada orang yang membeli suatu produk atau
bergabung melalui referensi Anda (melalui website replika yang Anda dapatkan), Anda akan
mendapatkan bonus komisi penjualan, biasanya 50% dari harga produk. Untuk berpromosi
dalam sistem reseller, biasanya Anda mendapatkan URL promosi

2). Sistem Random

Sistem Random biasa digunakan oleh Program Bisnis Online Investasi, Bisnis Gratis yang mengandalkan pasif income lewat jaringan (downline), dan lain-lain. Ketika ada pengunjung pada suatu website tanpa sponsor, sistem akan memilih member secara acak untuk dijadikan sponsor pengunjung tersebut. Apabila pengunjung tersebut bergabung, sponsor yang dipilih secara acak tersebut akan mendapatkan komisi/bonus.

3). Sistem Matrix

Pernahkah Anda mendengar Matrix 3×3, 2×16, 5×8?? Sistem matrix adalah sistem yang berbentuk segitiga. Sistem Matrix memungkinkan seorang member memperoleh pasif income hingga kedalaman tertentu dengan variasi bonus atau komisi tidak sama antara tiap kedalaman (biasanya semakin dalam semakin berkurang jumlah komisinya). Sistem Matrix 2×16 artinya seorang member hanya bisa memperoleh 2 orang downline pada Level 1 dan seterusnya hingga kelipatan 2n dan masih bisa memperoleh bonus atau komisi hingga level 16. Jika seorang member berhasil memperoleh downline > 2, maka sisanya akan dilimpahkan ke downline dibawahnya. Kelemahan system ini adalah hanya menguntungkan member di atasnya yang terlebih dahulu mengikuti program bisnis tersebut pada saat program bisnis tersebut dilaunching. Saran saya, bergabunglah ke dalam program bisnis seperti ini (biasanya program investasi online) pada saat jumlah member banyak.

4). Sistem Water Flow Spill Over (WFSO)

Ketika Anda mengikuti sebuah program Bisnis dengan Matrix 3×4, berarti ada 3 downline yang harus Anda penuhi kuotanya. Jika Anda memperoleh lebih dari 3 downline, maka sisanya akan dilimpahkan ke level 2 atau kepada member anda (downline) yang belum terpenuhi kuotanya (3 downline). Metode Spill Over sangat menguntungkan bagi para dwonline yang kurang rajin dalam melakukan promosi. Saran saya, ketika Anda mengikuti sebuah program bisnis online, cari tahu siapa yang merekomendasikan program tersebut kepada Anda, karena Bisnis Online adalah bisnisnya para Upline yang kreatif dan dinamis dalam mempromosikan sebuah program bisnis.

5). Sistem Water Flow Rotation (WFR)

Ketika Anda mengikuti suatu program bisnis dengan Matrix 3×3, maka apabila matriks tersebut telah terpenuhi semua kuotanya (3 Downline dengan kedalaman 3 Level), maka secara otomatis posisi Anda akan ditempatkan di bawah member lain yang kotanya masih kosong (belum penuh). Keuntungan system WFR ini adalah Anda tidak perlu membayar (mengupgrade) lagi untuk jaringan baru apabila kuota Matrix 3×3 Anda terpenuhi semuanya. Namun kelemahannya, Anda perlu melakukan rekruitmen baru untuk memenuhi kuota Matrix Anda yang baru.

6). Sistem Water Flow Network System (WFN)

Sistem ini adalah yang paling baru dan inovatif di Bisnis Internet. Sistem WFN tidak menggunakan system Matrix. Hal tersebut sangat menguntungkan Anda karena komisi yang diperoleh sebesar 50% dan bisa diperoleh tanpa batas. Sistem WFN memungkinkan seorang member untuk mendapatkan downline meskipun tanpa melakukan promosi sedikitpun. Sistem WFN secara otomatis akan memberikan downline kepada member yang tidak atau sedikit memiliki downline dengan kondisi sebagai berikut:

1. Paling sedikit jumlah Kandidatnya
2. Paling sedikit jumlah komisinya
3. Telah melakukan registrasi paling lama

Jadi bukan diambil secara acak (Random). Downline berasal dari member lain dan didistribusikan kepada member yang pasif dalam hal perolehan downline. Anda tidak perlu membuat jaringan baru untuk mendapatkan pasif income, di WFN ini, perolehan pasif income akan berulang-ulang tanpa perlu membuat jaringan yang baru. Yups…pasif income yang akan Anda peroleh akan terus mengantongi rekening Bank Anda secara terus menerus seumur hidup dari jaringan yang sudah Anda bentuk sebelumnya.

Money Game

Filed under: Marketing — Surya @ 3:28 am

Istilah “money game” ini  masih baru dalam perbendaharaan kata di Indonesia, setidaknya menurut pendapat saya. Namun demikian  baiklah akan saya coba untuk membuat penjelasan menurut kemampuan dan cara pandang saya.

Menurut wikipedia money game adalah sistem permainan yang mengacu pada skema piramida atau yang lebih dikenal dengan skema Ponzi yang mana orang yang terakhir bergabung akan kesulitan mengembangkan bisnisnya. Dalam pemasaran berjenjang, walaupun dimungkinkan telah memiliki banyak bawahan, tetapi tanpa omzet tentu saja bonus tidak akan diperoleh.

Siapakah itu Ponzi?

Charles K. Ponzi adalah seorang imigran asal Itali yang lahir tahun 1882 dan pada usia yang relatip masih muda kurang lebih 21 tahun ia mengadu nasib menyeberang lautan   berangkat ke Canada tahun 1903. Nampaknya Charles K. Ponzi memang seorang yang gigih terlihat beberapa tahun kemudian dia berhasil mendirikan perusahaan jasa Kupon Pos. Pada ahun 1920 Ponzi dan perusahaannya di Boston menjadi perbincangan bahkan  sampai di Pantai Timur Amerika. Keberhasilan adalah hanya dalam waktu 45 hari, dia  mampu  meraup 9,5 juta dollar US dari 10.000 investor dalam waktu singkat, dengan cara  menjual surat perjanjian “bayar 55 sen US untuk setiap kupon” . Karena ulahnya itulah   dia ditangkap dengan tuduhan  melakukan pemalsuan dan penipuan finansial  kemudian disidangkan sehingga  dipenjara di Canada. Metodanya dia namakan “buble burst”, dan kemudian kita kenal menjadi “skema Ponzi”.

Setelah lepas dari penjara Canada , kembali dia ditangkap  karena melakukan penyelundupan orang ke Amerika Serikat  dan kemudian ditahan di Atlanta. Pada saat sidang ditunda  Ponzi  berusaha kabur untuk kembali negara asalnya yaitu  ke Itali,  akan tetapi saat berusaha melarikan diri dia diculik oleh Sherrif saat kapalnya bersandar di New Orleans. Kemudia Ponzi dibawa ke negara bagian Texas kemudian dipindahkan ke Massachusset, dan akhirnya di ektradisi ke Itali. Setelah menjalani hukumannya di  Itali, Ponzi kembali berimigrasi ke Brazil. Ponzi meninggal di RS Rio de Janeiro pada tahun 1949 dengan meninggalkan warisan berupa uang pensiun dari pemerintah Brazil sebesar $75 untuk menutupi biaya penguburannya.

Pada dasarnya, pembagian uang dilakukan kepada investor bukan berasal dari keuntungan riil perusahaan itu sendiri, melainkan dari dana investor yang masuk belakangan. Jika arus investor baru itu terhenti, maka program akan kolaps.

Disini saya akan ambil beberapa contoh pengembangan dari sistem Money game yang berdasarkan pada skema Ponzi

  1. 1. PTC

Secara teoritis, Paid to Click (PTC) merupakan suatu program penengah antara pemasang iklan (advertiser) dengan audiens iklan (member PTC). Pemasang iklan membayar untuk mendapatkan traffic dan member PTC dibayar untuk melihat website si pemasang iklan.

Dari sini saja dapat kita lihat satu kekurangan PTC: member dipaksa melihat iklan dan melakukan klik karena uang, bukan karena ketertarikan terhadap isi iklan itu sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas traffic PTC sangatlah rendah. Pemasang iklan mungkin hanya akan memasang iklannya di PTC kalau yang bersangkutan ingin traffic rank nya di Alexa naik.

Melihat kualitas traffic yang dihasilkan dari PTC sangatlah rendah, maka umumnya pemasang iklan enggan untuk memasang iklannya di PTC sehingga umur PTC umumnya hanya akan bertahan selama beberapa minggu sampai bulan saja. Jika demikian, self-sponsored ads (iklan sendiri) dan bot referral menjadi satu-satunya solusi untuk memperpanjang umur PTC.

Ada dua kategori PTC:

Bux – PTC yang membayar lebih dari $0.005/klik dengan 50+% Ref bonus. Program seperti ini dijamin 100% SCAM. Kualitas traffic benar-benar rendah karena orang hanya tertarik untuk mendapatkan referral. Umumnya iklan yang ada di PTC tipe Bux merupakan situs PTC lain yang disponsori sendiri oleh pemilik PTC dan memiliki link referral milik pemilik PTC Bux tersebut. Setiap kali anda menerima pembayaran dari PTC tipe Bux, maka di saat yang sama ada orang lain kehilangan uang dengan jumlah yang sama dengan yang anda terima.

Aurora – PTC yang membayar $0.001-$0.0025 dengan 20-40% Ref bonus. Umumnya PTC ini memiliki batas PO yang relatif tinggi (>$5+). Itulah sebabnya kenapa banyak member yang tidak dibayar, karena tidak ada orang yang ingin melakukan klik selama 6 bulan dan dibayar hanya $5 ($4.5+ setelah dipotong fee). Program tipe Aurora dapat bertahan lebih lama, bahkan tahunan. Tapi kualitas traffic aurora tetaplah rendah sehingga memaksa pemilik situs memasang iklannya sendiri. Meskipun ada juga pemasang iklan yang tertarik karena harga iklan lebih murah (~$3/1000 klik). Situs tipe Aurora tetap tidak stabil tapi jika dibandingkan dengan situs tipe Bux, perbandingan kestabilannya 1:1.000.000. Jadi situs tipe aurora itu lebih dekat akronimnya ke PTC.

Dari Pembayaran INSTANT Sampai Berjeda 6+ bulan!

Salah satu dari sekian scammer terbesar, yaitu admin dari incentria, clicksia, earn3, extra10 dan buxout telah membuktikan bahwa jeda waktu pembayaran yang semakin lama menunjukkan bahwa situs tersebut kekurangan dana!

Sebuah situs PTC tipe bux tidak dapat membayar lebih dari 10-15 member standarnya setiap hari (rata-rata hanya 3-5 member standar saja yang mampu dibayarnya). Sekedar informasi, 60 hari kerja itu setara dengan 90 hari kalender atau 3 bulan lamanya!

Jeda waktu pembayaran yang lama merupakan pertanda bahwa suatu situs PTC sedang berusaha mencari uang dengan menjual bot referral dan premium membership. Ingatlah bahwa para pemasang iklan (advertiser) itu sebenarnya tidak ada dan ketika suatu situs PTC memiliki masalah, maka jeda waktu pembayarannya akan semakin lama, bisa lebih dari 60 hari kerja.

Alasan-alasan klise pun dilontarkan para admin PTC, seperti “Kita harus melakukan cek ulang karena banyak anggota yang curang”, atau “admin sedang mengalami kecelakaan/sedang liburan dan baru akan kembali minggu depan/bulan depan.” dan masih banyak lagi…tentu saja masalah ini sebenarnya terjadi karena anggota situs PTC berhenti berinvestasi, begitu simpel!

Akhirnya situs PTC pun mati dan admin nya dapat memulai kembali situs baru dengan resep yang sama.

Pembayaran Instan?

Kenyataannya, sistem pembayaran instan itu sebenarnya terlalu berisiko untuk situs PTC. Hanya Neobux yang kelihatannya aman dari berbagai usaha hacking yang ditujukan kepadanya karena mereka memiliki tim programmer yang berfokus pada keamanan situs.

Saya cukup yakin member tidak akan keberatan dengan pembayaran non instan, tapi maksimal hanya 3 hari jedanya. Ingatlah bahwa ketika anda menginvestasikan uang anda, anda membayar situs PTC secara INSTAN, tetapi situs PTC tersebut membayar anda (kalau ada niat) dalam waktu bulanan lamanya.. (Jadi ingat RichPTC, MysteryPTC, Heavenclickers, BigMoneyPTC, dkk – red).

Dari keterangan diatas bisa dilihat adanya kesamaan dalam skema Ponzi yaitu pemberian iming-iming bonus besar dan dalam jangka waktu yang relatif pendek. Salah satu contoh lainnya yang ada di Indonesia adalah money game berkedok ‘bisnis investasi’ sistem matrix atau mesin uang otomatis (skrip SMUO). Ciri khasnya mudah diketahui: bahasa marketing bombastis dengan desain website yang murahan (tidak profesional, penuh kata-kata, banyak bug, dan biasa dilengkapi gambar orang bule kantoran, duit dolar, pesawat, ferarri, dll).

  1. 2. MLM ( Multi Level Marketing )

Menurut hemat saya dari pengertian diatas skema Ponzi itu ada pada sistem MLM juga. Dari yang saya tahu MLM ( Multi Level Marketing ). Dalam hal ini MLM dapat dibagi dalam 3 jenis yaitu :

  1. MLM yang tidak menjual produk, biasa disebut money game (permainan uang). Contoh: Pihak MLM menawarkan sebuah mobil merk Q cuma dengan menyetor uang sebesar Rp. 5.000.000 dengan syarat harus bisa menjaring sebanyak sepuluh orang yang masing-masing harus menyetorkan uang sebesar Rp. 5.000.000 pula. Dan sebagai hasilnya Ia akan menerima mobil tersebut setelah mampu menjaring orang dengan kuota yang telah ditetapkan, dan bila tidak, maka uang tersebut hangus.
  2. Perusahaan MLM yang menjual produk orang lain dengan sistem MLM, yakni apabila ia membeli suatu produk dari pabrik kemudian memasarkannya dengan sistem MLM. Perusahaan MLM ini kadang-kadang mengakibatkan harga menjadi tidak wajar (diatas harga pasar) dan kadang-kadang kabur entah kemana, sehingga banyak yang tidak pernah menerima bonus yang dijanjikan dan jaringan yang paling bawah tidak bisa mengembangkan lagi jaringan.
  3. Perusahaan yang memasarkan produknya dengan sistem Penjualan Berjenjang (Network Marketing) adalah sebuah perusahaan yang menjual produknya dengan sistem berjenjang, sehingga setiap konsumen di perusahaan tersebut  juga seorang distributor. Dimana akan mendapatkan keuntungan sesuai dengan jumlah jaringan dan omzet yang dicapai sesuai dengan sistem marketing yang disetujui sejak awal dengan harga produk yang cukup wajar.

Tipikal Karakter Konsumen Indonesia

Filed under: Marketing — Surya @ 2:48 am

Konsumen Indonesia amat getol dengan gengsi. Banyak yang ingin cepat naik “status” walau belum waktunya.

Dari sepenggal kata-kata diatas bisa diketahui bahwa konsumen Indonesia punya karakter unik dalam hal konsumsi suatu barang. Saking pentingnya urusan gengsi ini, segala barang yang belum terlalu dibutuhkan atau berlebihan bisa dibeli.

sebagai contoh adalah Jika Anda melancong ke Kuala Lumpur, Malaysia, coba iseng-iseng hitung berapa jumlah mobil mewah—misalnya BMW dan Mercedes-Benz (Mercy)—yang menggelinding di jalan raya. Jangan heran, kalau sulit menemukannya di antara ribuan mobil merek Proton dan Perodua. Kalaupun ada, jumlahnya mungkin tidak lebih dari 10 buah.

Jumlah mobil mewah yang meluncur di jalan tergolong besar untuk ukuran Indonesia yang pendapatan per kapitanya masih rendah. “Ini terjadi karena banyak konsumen melihat mobil bukan pada fungsinya, tetapi apakah mobil tersebut membantu mereka menaikkan status mereka,” tandas Handi Irawan D.

Menurutnya, ada tiga budaya dan norma di masyarakat Indonesia yang menyebabkan gengsi. Pertama, konsumen Indonesia suka bersosialisasi. Ini kemudian mendorong orang untuk pamer atau tergoda untuk saling pamer. Kedua, kita masih menganut budaya feodal yang menciptakan kelas-kelas sosial. Akhirnya, terjadi “pemberontakan” untuk cepat pindah kelas. Ketiga, masyarakat kita mengukur kesuksesan dengan materi dan jabatan. Akibatnya, banyak di antara kita ingin menunjukkan kesuksesan dengan cara memperlihatkan materi yang dimiliki.

Karakter gengsi ini bisa dijelaskan dengan memakai teori Maslow tentang lima tingkatan kebutuhan manusia :

1. Kebutuhan yang paling dasar yaitu kebutuhan fisik seperti makanan dan minuman

2. Kebutuhan yang bersifat keamanan dan nyaman dengan lingkungan sekitar

3. Kebutuhan bersosialisasi

4. Kebutuhan dalam menempatkan gengsi, status, dan pencapaian

5. Mulai mengisi kebutuhan yang sesuai dengan kebutuhan mereka dan berbagi dengan orang lain.

Ini merupakan celah yang bisa diambil oleh para marketer melihat jumlah orang kaya di Indonesia,  seharusnya banyak produk yang tidak semestinya memiliki omzet sebesar yang mereka dapat kini. Penyebabnya, banyak orang yang mulai kaya, kemudian ingin “status” mereka cepat naik walau sebenarnya belum waktunya.

Contoh, pada Starbucks, Konsumen di Indonesia bukan cuma menikmati suasana nyaman dan rasa kopi yang ditawarkan oleh kedai kopi yang berasal dari Seattle itu. Mereka juga menikmati “experience” di kafe terbuka, yang bisa dengan melihat dan dilihat orang lain. To see and to be seen. Mereka merasa statusnya naik jika berada di Starbucks atau kafe-kafe mahal lain yang terbuka dan mudah dilihat orang.

September 30, 2009

Hello world!

Filed under: Uncategorized — Surya @ 5:15 am

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Blog di WordPress.com.